Postingan

Menampilkan postingan dari 2018
Gambar
Ekuivalensi Antar Deterministic Finite                  Automata ( Reduksi ) A. Ekuivalensi Antar Deterministic Finite Automata           Untuk suatu bahasa regular, kemungkinan ada sejumlah Deterministic Finite Automata yang        dapat menerimanya. Perbedaannya hanyalah jumlah state yang dimiliki otomata-otomata yang            saling ekuivalen tersebut. Tentu saja, dengan alasan kepraktisan, kita memilih otomata dengan            jumlah state yang lebih sedikit.   Sasaran kita di sini adalah mengurangi jumlah state dari suatu Finite State Automata, dengan tidak    mengurangi kemampuannya semula untuk menerima suatu bahasa.   Ada dua buah istilah baru yang perlu kita ketahui yaitu :         1. Distinguishable yang berarti dapat dibedakan.          2. ...

NFA DENGAN ε - MOVE

Gambar
N F A D E N G A N ε - MOVE   Non-deterministic Finite Automata (NFA) Dengan ε-Move A. note d = teta Di sini kita mempunyai jenis otomata baru yang disebut Non-deterministic Finite Automata dengan ε-move (ε-move disini bisa dianggap sebagai ‘empty’). Pada NFA dengan ε-move (transisi ε), diperbolehkan merubah state tanpa membaca input. Disebut dengan transisi ε karena tidak bergantung pada suatu input ketika melakukan transisi. Contoh: ·          Dari q 0 tanpa membaca input dapat berpindah ke q 1 ·          Dari q 1 tanpa membaca input dapat berpindah ke q 2 ·          Dari q 4 tanpa membaca input dapat berpindah ke q 1 Salah satu kegunaan dari transisi ε ini adalah memudahkan kita untuk mengkombinasikan Finite State Automata.

Finite State Automata

Gambar
Finite State Automata Finite state automata adalah mesin abstrak berupa sistem model matematika dengan masukan dan keluaran diskrit yang dapat mengenali bahasa paling sederhana (bahasa reguler) dan dapat diimplementasikan secara nyata. Finite State Automata (FSA) adalah model matematika yang dapat menerima input dan mengeluarkan output yang memiliki state yang berhingga banyaknya dan dapat berpindah dari satu state ke state lainnya berdasarkan input dan fungsi transisi. Finite state automata tidak memiliki tempat penyimpanan/memory, hanya bisa mengingat state terkini. Finite State Automata dinyatakan oleh pasangan 5 tuple, yaitu: M=(Q , Σ , δ , S , F ) Q = himpunan state Σ = himpunan simbol input δ = fungsi transisi δ : Q × Σ S = state awal / initial state , S ∈ Q F = state akhir, F ⊆ Q

Ekuivalensi Antar DFA

Gambar
Ekuivalensi Antar Deterministic Finite Automata Untuk suatu bahasa regular, kemungkinan ada sejumlah Deterministic Finite Automata yang dapat menerimanya. Perbedaannya hanyalah jumlah state yang dimiliki otomata-otomata yang saling ekuivalen tersebut. Tentu saja, dengan alasan kepraktisan, kita memilih otomata dengan jumlah state yang lebih sedikit. Sasaran kita di sini adalah mengurangi jumlah state dari suatu Finite State Automata, dengan tidak mengurangi kemampuannya semula untuk menerima suatu bahasa. Ada dua buah istilah baru yang perlu kita ketahui yaitu : 1. Distinguishable yang berarti dapat dibedakan. 2. Indistinguishable yang berarti tidak dapat dibedakan. Dua DFA M1 dan M2 dinyatakan ekivalen apabila L(M1) = L(M2)

Grammar

Gambar
 Grammar Grammar adalah sebagai kumpulan dari himpunan-himpunan variabel,Simbol-simbol terminal,simbol awal,yang dibatasi oleh aturan - aturan produksi. Aturan produksi merupakan pusat dari grammar yang menspesifikasikan bagaimana suatu grammar melakukan transformasi suatu string atau karakter ke bentuk lainnya.    Semua aturan produksi dinyatakan dalam bentuk " Ⲁ →β" (Dibaca Ⲁ menghasilkan β,atau dibaca  Ⲁ menurunkan  β).  Ⲁ merupakan simbol - simbol pada ruas kiri aturan produksi,sedangkan β merupakan simbol - simbol ruas kanan aturan produksi.    Simbol - simbol tersebut dapat berupa simbol terminal (Vt) atau simbol NON Terminal (Vn)/Variabel.Simbol Vn adalah simbol yang masih dapat diturunkan, biasanya identik dengan huruf besar (‘A’,’B’,’C’). Simbol Vt adalah simbol yang sudah tidak dapat diturunkan lagi, biasanya identik dengan huruf kecil (‘a’,’b’,’c’).  Dengan menerapkan aturan produksi suatu grammar bisa menghasi...

HIRARKI CHOMSKY

HIRARKI CHOMSKY Pada tahun 1959, seorang ahli bernama Noam Chomsky melakukan penggolongan tingkatan bahasa menjadi empat, yang disebut dengan hirarki Chomsky. Penggolongan tersebut bisa dilihat pada tabel berikut :  Secara    umum     tata       bahasa       dirumuskan     sebagai             berikut : α               → β, yang berarti α menghasilkan β atau α menurunkan β. Di mana α menyatakan simbol-simbol pada ruas kiri aturan produksi (sebelah kiri tanda ‘ → ’) dan β menyatakan simbol-simbol pada ruas kanan aturan produksi (sebelah kanan tanda ‘ → ’) —                   Simbol variabel / non terminal adalah simbol yang masih bisa ditur...

KONSEP DAN NOTASI BAHASA

KONSEP DAN NOTASI BAHASA —                 Teori Bahasa Bahasa adalah kumpulan kalimat. Kalimat adalah rangkaian kata. Kata adalah komponen terkecil kalimat yang tidak bisa dipisahkan lagi. Contoh : Si Kucing kecil menendang bola besar The little cat   kicks a big ball for i := start to finish do A[i] := B[i]*sin(i*pi/16.0 Dalam bahasa pemrograman, kalimat dikenal sebagai ekspresi , dan kata sebagai token. Kata terdiri atas beberapa karakter. Kelompok karakter yang membentuk sebuah token dinamakam lexeme untuk token tersebut. Setiap token yang dihasilkan, disimpan dalam tabel simbol. Derivasi adalah sebuah proses dimana suatu himpunan produksi akan diturunkan / dipilah-pilah dengan melakukan sedertan produksi sehingga membentuk untai terminal. 1. Setiap anggota alfabet, dinamakan sebagai simbol terminal atau token. 2.   Himpu...